Memberi Ruang bagi Tuhan

(Renungan Minggu Biasa XIII, 28 Juni 2026 – 2 Raj 4:8-11.14-16a; Rom 6:3-4.8-11; Mat 10:37-42)

Ada sebuah ungkapan yang menarik: “Apa yang paling kita cintai akan menentukan arah hidup kita.”

Dalam Injil hari ini, Yesus mengucapkan kata-kata yang cukup menantang: “Barangsiapa mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Yesus tidak mengajak kita mengurangi kasih kepada keluarga. Ia mengajak kita menempatkan Tuhan di tempat yang pertama. Sebab ketika Tuhan berada di pusat hidup kita, kita akan mampu mengasihi semua orang dengan lebih benar.

Bacaan pertama memberikan contoh yang indah. Perempuan Sunem memberi ruang bagi Nabi Elisa di rumahnya. Ia tidak hanya menyediakan tempat secara fisik, tetapi juga membuka hatinya bagi karya Tuhan. Dan karena keterbukaan itu, ia menerima berkat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sering kali kita berkata bahwa Tuhan penting dalam hidup kita. Namun pertanyaannya: Apakah Tuhan sungguh mendapat tempat utama dalam hati kita? Ataukah Ia hanya mendapat sisa waktu, sisa perhatian, dan sisa tenaga kita?

Hari ini Yesus mengajak kita memberi ruang bagi-Nya. Sebab ketika Tuhan menjadi yang utama, hidup kita akan menemukan arah yang benar. Dan seperti perempuan Sunem, kita akan mengalami bahwa tidak ada yang kita berikan kepada Tuhan yang sia-sia.

Menempatkan Tuhan di tempat pertama bukan berarti kehilangan yang lain, tetapi justru menemukan makna yang benar dari semuanya.

RP. Stepanus Sigit Pranoto, SCJ
RP. Stepanus Sigit Pranoto, SCJ
Articles: 18