Umat Paroki Sanfrades adalah keluarga Allah yang Teguh dalam Iman, Tekun dalam Persekutuan, dan Giat dalam Pelayanan.
Dalam DOA dan HARAPAN yang tulus dan tekun, terdapat keajaiban yang tak terduga.
Berkat dan Anugerah Tuhan pasti menyertainya. ( Rm. Yeremias Balapito, MSF )
Paroki Sanfrades Gelar Seminar “Sex Education and Mental Health” bagi REMAKA dalam Rangka Hari Valentine 2026

Dalam rangka memperingati Hari Valentine, Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) mengadakan seminar bagi REMAKA (Remaja Katolik) paroki yang bertemakan “Sex Education and Mental Health” pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 35 remaja dengan penuh antusiasme.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Ibu Diana Putri Arini, S.Psi., M.Psi., dan Romo Agustinus Riyanto, SCJ., MA. Mereka merupakan dosen psikologi dari Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC). Kehadiran keduanya memberikan wawasan yang komprehensif dan mendalam mengenai pentingnya pemahaman seksualitas yang benar serta kesehatan mental bagi remaja.
Dalam pemaparannya, Ibu Diana Putri Arini menjelaskan tentang masa pubertas sebagai fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Ia menekankan bahwa seksualitas bukanlah hal yang tabu, melainkan bagian dari diri manusia yang perlu dipahami secara utuh dan bertanggung jawab. Para remaja juga diajak untuk mengenal diri sendiri, membangun relasi yang sehat, serta memahami batasan pribadi dalam pergaulan.
Sementara itu, Romo Agustinus Riyanto mengulas secara mendalam mengenai kesehatan mental remaja di era digital. Ia menyoroti berbagai tantangan yang kerap dihadapi remaja, seperti stres akademik, tekanan teman sebaya (peer pressure), kecanduan gadget, hingga fenomena cyberbullying. Menurutnya, kesehatan mental yang baik akan membantu remaja dalam membuat keputusan yang bijak, termasuk dalam hal relasi dan penggunaan media sosial.

Suasana seminar berlangsung interaktif dan hidup. Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber, terutama seputar pergaulan, batasan dalam pacaran, pengelolaan emosi, serta cara menjaga kesehatan mental di tengah dinamika kehidupan remaja. Diskusi yang terbuka dan komunikatif membuat para peserta merasa nyaman untuk berbagi dan belajar bersama.
Melalui kegiatan ini, REMAKA Paroki Sanfrades diharapkan semakin memahami bahwa kasih dan cinta yang sejati bukan sekadar ungkapan simbolis di Hari Valentine, melainkan diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menjaga martabat diri, serta membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Setelah sesi seminar selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan tukar cokelat antar peserta sebagai simbol persahabatan dan sukacita. Momen ini menjadi penutup yang hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus mempererat persaudaraan di antara para REMAKA Paroki Sanfrades.

Seperti yang kita ketahui, pada tahun 2025 ada Temu Pastoral (Tepas) para Uskup dan Pimpinan Religius seRegio Sumatera yang dilaksanakan pada 28 April hingga 1 Mei 2025 di Nias, Keuskupan Sibolga. Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa hal yang mendesak dan disepakati sebagai gerak bersama yakni Empat Pastoral Prioritas, yaitu: Kaderisasi, Ekologi, Implementasi Perdagangan Manusia (human trafficking), serta Pastoral Digital (Komsos). Maka dari itu, kegiatan seminar REMAKA ini menjadi usaha paroki dalam mewujudkan pastoral kaderisasi sebagai salah satu pastoral prioritas Keuskupan Agung Palembang. Kegiatan ini menjadi langkah nyata Paroki Sanfrades dalam membekali para REMAKA dengan pemahaman yang benar tentang seksualitas dan kesehatan mental, sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang matang, sehat, dewasa, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
BACAAN PERTAMA
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 9:1-4.17-19;10:1a
“Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan! Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya.”
Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah. Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini punya anak laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak seorang pun dari antara orang Israel lebih elok daripadanya: ia lebih tinggi daripada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas. Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya, “Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu.” Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim; juga mereka menjelajah tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya. Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk, bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Samuel, inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; Inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku.” Sementara itu Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata, “Maaf, di mana rumah pelihat itu?” Jawab Samuel kepada Saul, katanya, “Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.” Maka keesokan harinya Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata, “Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel. Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
BACAAN INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 2:13-17
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Sekali peristiwa Yesus pergi ke pantai Danau Galilea, dan semua orang datang kepada-Nya. Yesus lalu mengajar mereka. Kemudian ketika meninggalkan tempat itu, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya, “Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa!”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Jl. Urip Sumoharjo No.14, 2 Ilir, Ilir Timur. II,
Kota Palembang,
Sumatera Selatan 30118
Telp. 0711- 711620
Pastor Paroki:
RP. PETRUS HARYANTO, SCJ
Pastor Rekan:
RP. STEPANUS SIGIT PRANOTO, SCJ
Misa Harian:
Senin-Selasa-Kamis-Jumat :
pkl. 05:30 WIB (Kecuali Jumat Pertama)
Rabu : 18:00 WIB
Sabtu : pkl. 05:45 WIB (di Susteran)
Misa Mingguan:
Sabtu pkl. 18:00 WIB (& live streaming)
Minggu pkl. 08:00 WIB (& live streaming)
Misa Jumat pertama pkl. 18:00 WIB
Copyright ©2018 Paroki Santo Fransiscus de Sales.
Kontak Website by DPP Sanfrades