Misa Pembukaan Bulan Maria di Gereja Paroki Sanfades Palembang pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna. Perayaan ini dipimpin oleh Rm Petrus Haryanto, SCJ, bersama Rm Stepanus Sigit Pranoto, SCJ, Rm Florentinus Heru Ismadi, SCJ, dan Rm Robertus Sutopo, SCJ.
Hal yang menarik dalam perayaan ini tampak sejak perarakan masuk. Perwakilan umat dari berbagai basis, lingkungan, dan kelompok kategorial membawa patung Bunda Maria menuju altar. Patung-patung tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang beragam—ada yang sederhana, ada yang besar dan artistik, bahkan ada yang sudah lama digunakan dalam doa lingkungan.
Keberagaman ini mencerminkan warna-warni kehidupan umat. Meski berbeda-beda, semuanya mengarah pada satu iman yang sama kepada Kristus. Setelah perarakan, patung-patung tersebut ditempatkan di depan altar yang telah dihias dengan nuansa biru-putih, dilengkapi bunga dan lilin, sehingga menghadirkan suasana doa yang tenang dan khusyuk.
Dalam homilinya, Rm Petrus Haryanto mengingatkan umat akan sabda Yesus, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup.” Ia menegaskan bahwa Yesus bukan hanya penunjuk jalan, tetapi adalah jalan itu sendiri.
Perayaan ini juga bertepatan dengan Jumat Pertama dan peringatan St. Yosep Pekerja. Umat diajak meneladan kesetiaan St. Yosep dalam bekerja, serta iman dan penyerahan diri Bunda Maria. Maria, yang tetap percaya meski tidak sepenuhnya memahami rencana Allah, menjadi teladan bagi umat untuk berjalan dalam iman.
Di akhir misa, umat kembali mengarak patung Maria dalam perarakan keluar. Patung-patung tersebut akan dibawa ke basis, lingkungan, dan kelompok kategorial untuk menemani doa selama Bulan Maria.
Prosesi ini menjadi simbol bahwa devosi kepada Maria tidak berhenti di gereja, tetapi dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberagaman patung yang dihadirkan pun menegaskan satu hal: umat yang berbeda-beda tetap berjalan bersama dalam satu iman, bersama Maria menuju Kristus.
selengkapnya...