Umat Paroki Sanfrades adalah keluarga Allah yang Teguh dalam Iman, Tekun dalam Persekutuan, dan Giat dalam Pelayanan.

  • 1.-ARDAS_KAPal.jpg
  • 2-Jadwal-Misa.jpg
  • header_1.jpg
  • internal_banner_1.jpg
  • mainbanner.jpg
  • Taman-Mater-Dei.jpg

QUOTES OF THE DAY

Dalam DOA dan HARAPAN yang tulus dan tekun, terdapat keajaiban yang tak terduga.

Berkat dan Anugerah Tuhan pasti menyertainya.Rm. Yeremias Balapito, MSF )

WARTA PAROKI

Paroki Sanfrades Gelar Baksos bagi Warga Sei Kundur untuk Menyambut Paskah 2026

Dalam rangka menyambut perayaan Paskah 2026, Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sanfrades) mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) bagi warga Sei Kundur pada Minggu, 15 Maret 2026. Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat setempat, terutama bagi mereka yang pernah menderita sakit kusta.

Melalui kegiatan ini, Paroki Sanfrades menyalurkan berbagai bantuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari warga. Bantuan yang diberikan berupa benih padi dan benih jagung untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat, serta perlengkapan sabun yang terdiri dari sabun mandi, sabun cuci piring, dan sabun cuci pakaian.

Bapak Stefanus Tri Utama, sebagai perwakilan Panitia Paskah Paroki Sanfrades, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini menjadi salah satu cara bagi umat Paroki Sanfrades untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah. Menurutnya, semangat Paskah tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dengan peduli kepada sesama, bahkan kepada mereka yang berbeda keyakinan. Ia juga berharap bantuan yang diberikan dapat berguna bagi warga Sei Kundur, terutama karena mereka akan segera mengolah sawah. Benih padi dan jagung yang dibagikan diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Budi Waluyo, yang juga merupakan perwakilan Panitia Paskah Paroki Sanfrades, turut memberikan semangat kepada warga dengan mengadakan perlombaan. Warga yang berhasil menanam jagung terbaik di pekarangan rumah mereka akan mendapatkan hadiah berupa cincin dan kalung.

Kegiatan bakti sosial ini disambut dengan penuh sukacita oleh warga Sei Kundur. Melalui kegiatan ini, Paroki Sanfrades berharap semangat kasih dan kepedulian yang menjadi inti perayaan Paskah dapat dirasakan oleh semakin banyak orang, serta mempererat semangat persaudaraan dan solidaritas, khususnya bagi mereka yang terpinggirkan.

selengkapnya...

BACAAN HARIAN

Minggu, 19 April 2026

BACAAN INJIL

Lukas 24:13-35

“Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.”

Pada hari Minggu Paskah, dua orang murid Yesus sedang pergi ke sebuah desa bernarna Emaus, yang terletak kira-kira sepuluh kilometer jauhnya dari Yerusalem. Mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apa yang kamu percakapkan sementara berjalan?’ Maka berhentilah mereka dengan muka heran. Seorang dari mereka, yang bernama Kleopas, balik bertanya, “Adakah Engkau satu-satunya orang pendatang di Yerusalem yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Bertanyalah Yesus, “Kejadian apa?” Jawab mereka, “Segala yang terjadi dengan Yesus dan Nazaret! Dia itu seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh rakyat. Tetapi para imam kepala dan para pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan Dia. Padahal tadinya kami mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sekarang sudah lewat tiga har sejak semuanya itu terjadi. Beberapa wanita dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, tetapi tidak menemukan jenazah Yesus. Lalu mereka kembali dengan berita bahwa mereka telah melihat malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Lalu beberapa teman kami pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar apa yang dikatakan wanita-wanita itu; tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu berkatalah Yesus kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh! Betapa lamban hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dinubuatkan oleh para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dar Kitab-Kitab Musa sampai dengan Kitab para nabi. Sementara itu mereka mendekati desa yang mereka tuju. Yesus berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi kedua murid itu mendesak, katanya, “Tinggallah bersarna dengan kami, sebab hari sudah mulai malain, dan matahari hamnpir terbenam. Maka masuklah Ia untuk tinggal bersama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus hilang dan pandangan mereka. Maka kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?’ Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon!” Lalu kedua murid itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagalmana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

 

selengkapnya...

Copyright ©2018 Paroki Santo Fransiscus de Sales.