a Catholic Church - Sint Unum
Pelindung Paroki
Santo Fransiskus de Sales
Hari Raya: 24 Januari
Pelindung: Jurnalis, Penulis, Komunikator, dan Media Katolik
Lahir: 21 Agustus 1567, Savoy, Prancis
Wafat: 28 Desember 1622, Lyon, Prancis
Moto Spiritualitas:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu… Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37,39)
Doa Santo Fransiskus de Sales
Tinggallah dalam damai.
Jangan memandang perubahan-perubahan hidup yang akan datang dengan ketakutan. Sebaliknya, hadapilah semuanya dengan penuh harapan ketika saatnya tiba.
Allah, yang telah menjadikan engkau milik-Nya sendiri, akan membebaskan dan menuntunmu melewati semuanya. Sampai hari ini Ia telah memeliharamu, dan Ia akan tetap membimbingmu dengan aman dalam segala hal.
Ketika engkau merasa tidak sanggup lagi bertahan, Allah akan merengkuhmu dalam pelukan kasih-Nya.
Jangan takut akan apa yang mungkin terjadi esok hari. Bapa yang kekal, yang memeliharamu hari ini, akan memeliharamu juga esok dan setiap hari.
Ia akan melindungimu dari penderitaan, atau memberikan kekuatan yang tidak pernah gagal untuk menanggungnya.
Karena itu, tinggallah dalam damai, dan jauhkanlah segala pikiran yang cemas serta segala bayangan ketakutan.
Amin.
Biografi
Santo Fransiskus de Sales lahir pada tahun 1567 di wilayah Savoy, Prancis, dari keluarga bangsawan. Meski ayahnya menghendaki ia menjadi ahli hukum dan pejabat negara, Fransiskus merasakan panggilan untuk menjadi imam. Setelah menyelesaikan pendidikan hukum dan teologi, ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1593.
Pada masa Reformasi Protestan, Fransiskus diutus untuk melayani wilayah Chablais yang mayoritas penduduknya telah meninggalkan Gereja Katolik. Dengan penuh kesabaran dan kelemahlembutan, ia mengunjungi rumah-rumah penduduk, berdialog dengan mereka, dan bahkan menulis selebaran-selebaran yang diselipkan ke bawah pintu rumah ketika orang-orang menolak mendengarkannya. Melalui pendekatan yang penuh kasih ini, ribuan orang kembali kepada iman Katolik.
Tahun 1602 ia diangkat menjadi Uskup Jenewa. Sebagai gembala, ia dikenal karena perhatian pastoralnya yang besar, khotbah-khotbah yang mendalam, serta kesediaannya membimbing umat melalui surat-surat rohani. Bersama Santa Jeanne de Chantal, ia mendirikan Kongregasi Visitasi Santa Perawan Maria pada tahun 1610.
Salah satu kontribusi terbesar Santo Fransiskus de Sales adalah ajarannya bahwa kekudusan bukan hanya untuk imam, biarawan, atau biarawati, melainkan untuk semua orang. Melalui karya terkenalnya, Introduction to the Devout Life (Pengantar kepada Hidup Saleh), ia menunjukkan bahwa orang awam dapat hidup kudus di tengah keluarga, pekerjaan, dan tanggung jawab sehari-hari.
Beliau wafat pada 28 Desember 1622. Pada tahun 1665 ia dinyatakan kudus dan pada tahun 1877 diangkat sebagai Pujangga Gereja (Doctor of the Church). Karena penggunaan tulisan sebagai sarana pewartaan iman, Santo Fransiskus de Sales kemudian ditetapkan sebagai pelindung para jurnalis, penulis, dan pekerja media.
Warisan Spiritualitas
Spiritualitas Santo Fransiskus de Sales ditandai oleh beberapa nilai utama:
- Kekudusan dapat dicapai oleh setiap orang dalam keadaan hidupnya masing-masing.
- Kasih dan kelemahlembutan lebih efektif daripada paksaan.
- Doa dan kehidupan sehari-hari tidak dapat dipisahkan.
- Kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Allah membawa kedamaian batin.
- Kerendahan hati merupakan dasar pertumbuhan rohani.
Beliau pernah menulis:
“Lakukanlah segala sesuatu karena kasih, dan jangan melakukan apa pun karena paksaan.”
Santo Fransiskus de Sales tetap menjadi teladan bagi umat Kristiani untuk hidup dalam kasih, kesabaran, kerendahan hati, dan damai sejahtera di tengah dunia.
Sumber: https://sfdsparish.org/about/who-is-st-francis-desales



