a Catholic Church
† Sint Unum †
a Catholic Church
Berbuat Baik Tanpa Menunggu Waktu
(Renungan Senin, 7 September 2026 – Luk. 6:6-11)
Pernahkah kita ingin berbuat baik, tetapi kemudian berpikir, “Nanti saja kalau ada waktu,” atau “Tunggu situasinya tepat dulu”? Kadang-kadang kesempatan untuk berbuat baik justru lewat begitu saja karena kita terlalu banyak berpikir.
Dalam Injil hari ini (Luk. 6:6-11), Yesus berada di rumah ibadat dan melihat seorang yang tangan kanannya mati. Orang-orang Farisi mengamati Yesus dengan cermat. Mereka ingin melihat apakah Yesus akan menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka mempunyai alasan untuk mempersalahkan-Nya.
Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia kemudian bertanya, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat: berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”
Pertanyaan Yesus sederhana, tetapi sangat dalam. Ketika kita berhadapan dengan kebutuhan orang lain, jangan sampai aturan, gengsi, kepentingan pribadi, atau ketakutan membuat kita tidak berani berbuat baik.
Yesus kemudian menyembuhkan orang itu. Ia menunjukkan bahwa kasih tidak boleh ditunda ketika ada kesempatan untuk menolong.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita tidak selalu berhadapan dengan persoalan besar. Tetapi sering ada kesempatan-kesempatan kecil untuk berbuat baik: mendengarkan seseorang yang sedang membutuhkan teman, membantu orang yang kesulitan, mengucapkan kata yang menguatkan, memaafkan, atau sekadar memberikan perhatian.
Kadang-kadang kita berpikir bahwa berbuat baik harus menunggu kita memiliki banyak waktu, tenaga, atau kemampuan. Padahal, kebaikan sering dimulai dari hal sederhana yang bisa kita lakukan sekarang.
Injil hari ini juga mengajak kita memeriksa hati. Jangan sampai kita terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain sehingga tidak melihat orang yang membutuhkan pertolongan. Jangan sampai kita begitu takut salah sehingga akhirnya tidak melakukan apa-apa.
Yesus mengajarkan bahwa kasih membutuhkan keberanian. Ada saatnya kita harus berhenti bertanya, “Apa untungnya bagi saya?” dan mulai bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan untuk kebaikan orang lain?”
Semoga hari ini kita belajar dari Yesus untuk tidak melewatkan kesempatan berbuat baik.
Jangan menunggu menjadi hebat untuk berbuat baik. Lakukan kebaikan kecil yang bisa kita lakukan hari ini.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah ada kesempatan untuk berbuat baik yang selama ini saya tunda?
Ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan, apakah saya segera hadir, atau justru mencari alasan untuk menghindar?



