a Catholic Church
† Sint Unum †
a Catholic Church
Jangan Hanya Mencari Tanda
(Renungan Senin, 12 Oktober 2026, Luk 11:29-32)
Pernahkah seseorang merasa sulit percaya sebelum melihat bukti sendiri? Misalnya, sudah mendapat penjelasan dari orang lain, tetapi masih berkata, “Saya mau melihat sendiri dulu.” Sikap seperti ini sebenarnya wajar. Namun, kalau selalu menuntut bukti baru sebelum mau percaya, seseorang bisa kehilangan kesempatan untuk melihat kebenaran yang sebenarnya sudah ada di hadapannya.
Dalam Injil hari ini, orang banyak meminta tanda kepada Yesus. Tetapi Yesus menegur mereka karena mereka seolah-olah belum cukup melihat karya Allah. Yesus lalu menunjuk pada pengalaman orang-orang Niniwe yang bertobat setelah mendengarkan pewartaan Yunus, dan Ratu dari Selatan yang datang untuk mendengarkan kebijaksanaan Salomo. Sementara itu, di hadapan orang banyak ada Yesus sendiri, yang lebih besar daripada Yunus dan Salomo, tetapi mereka masih sulit percaya.
Kadang-kadang, manusia juga bersikap seperti itu. Seseorang menunggu masalahnya selesai baru mau bersyukur. Menunggu doanya terkabul baru mau percaya. Menunggu keadaan menjadi baik baru mau mendekat kepada Tuhan. Padahal, tanda kehadiran Tuhan bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana: orang yang tetap mendukung saat kita mengalami kesulitan, kekuatan untuk bertahan, kesempatan untuk memperbaiki diri, atau Sabda Tuhan yang menyentuh hati.
Injil hari ini mengajak kita untuk tidak hanya sibuk meminta tanda, tetapi juga belajar membuka mata dan hati. Tuhan tidak selalu bekerja dengan cara yang kita harapkan. Kadang-kadang, yang perlu berubah bukan keadaan di sekitar kita, melainkan hati yang terlalu sibuk menuntut sehingga sulit menyadari karya Tuhan.
Karena itu, iman bukan berarti kita tidak boleh bertanya atau mengalami keraguan. Iman berarti tetap bersedia mendengarkan, belajar, dan membuka hati terhadap kehendak Tuhan. Jangan sampai kita begitu sibuk menunggu tanda yang luar biasa, sampai lupa melihat kebaikan Tuhan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan hanya menunggu tanda besar dari Tuhan. Bukalah hati untuk mengenali karya-Nya dalam hal-hal sederhana setiap hari.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saya sering menuntut Tuhan menunjukkan tanda sebelum saya mau percaya? Kebaikan atau pengalaman sederhana apa yang sebenarnya dapat membantu saya menyadari kehadiran-Nya hari ini?


