a Catholic Church
† Sint Unum †
a Catholic Church
Tidak Semua Hal Langsung Kita Mengerti
(Renungan Sabtu, 26 September 2026, Luk 9:43b-45)
Dalam kehidupan, ada banyak hal yang baru kita pahami setelah melewatinya. Ketika sedang mengalaminya, kita mungkin bertanya, “Mengapa harus begini?” Tetapi setelah waktu berjalan, kita baru melihat bahwa ternyata ada sesuatu yang dapat dipelajari dari pengalaman tersebut.
Dalam Injil hari ini, orang banyak masih merasa kagum atas semua yang dilakukan Yesus. Tetapi di tengah kekaguman itu, Yesus berkata kepada para murid, “Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
Perkataan itu tentu tidak mudah dipahami. Para murid bahkan dikatakan tidak mengerti perkataan tersebut. Mereka belum mampu menangkap apa yang dimaksud Yesus. Namun, mereka juga tidak berani bertanya kepada-Nya.
Kadang-kadang pengalaman iman kita juga seperti itu. Ada saatnya kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi. Kita sudah berdoa, tetapi keadaan belum berubah. Kita sudah berusaha berbuat baik, tetapi justru mengalami kesulitan. Kita bertanya kepada Tuhan, tetapi seakan-akan tidak mendapatkan jawaban.
Injil hari ini mengingatkan bahwa tidak mengerti bukan berarti Tuhan tidak bekerja. Para murid belum memahami jalan Yesus, tetapi Yesus tetap berjalan bersama mereka. Ada hal-hal yang baru dapat dipahami setelah seseorang melewati proses dan melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas.
Karena itu, iman bukan berarti selalu memiliki jawaban atas semua pertanyaan. Iman berarti tetap percaya ketika belum menemukan jawabannya. Ada saatnya kita tidak perlu memaksa diri untuk memahami semuanya sekaligus. Yang penting adalah tetap berjalan bersama Tuhan.
Yesus juga meminta para murid untuk “mendengarkan dan mencamkan” perkataan-Nya. Artinya, ketika belum mengerti, jangan langsung menolak. Simpan dalam hati, renungkan, dan biarkan waktu serta pengalaman membantu kita memahami kehendak Tuhan.
Mungkin hari ini ada sesuatu dalam hidup yang belum kita mengerti. Tidak apa-apa. Tidak semua pertanyaan harus langsung memiliki jawaban. Yang penting, jangan sampai ketidakmengertian membuat kita kehilangan kepercayaan.
Tidak semua hal harus langsung kita mengerti. Kadang-kadang, yang terutama bukan memahami semuanya, tetapi tetap percaya dan berjalan bersama Tuhan.
Pertanyaan Refleksi:
Apa yang sedang saya alami saat ini yang belum dapat saya pahami? Ketika tidak mengerti jalan Tuhan, apakah saya tetap mau percaya kepada-Nya? Apakah saya mau menyimpan dan merenungkan Sabda Tuhan sebelum mengambil kesimpulan?



