Jangan Takut, Kamu Sangat Berharga
(Renungan Sabtu, 11 Juli 2026 – Matius 10:24-33)
Rasa takut adalah bagian dari hidup setiap orang. Kita takut kehilangan pekerjaan, takut ditolak, takut gagal, takut sakit, atau takut menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Yesus mengetahui kenyataan itu. Karena itulah dalam Injil hari ini Ia berulang kali berkata kepada para murid, “Jangan takut.”
Menariknya, Yesus tidak mengatakan bahwa tidak akan ada kesulitan. Ia justru sudah mengingatkan bahwa para murid akan mengalami penolakan sebagaimana yang Dialami-Nya. Namun di tengah semua itu, Yesus memberikan alasan mengapa mereka tidak perlu dikuasai rasa takut.
Ia berkata bahwa tidak seekor burung pipit pun jatuh ke tanah tanpa sepengetahuan Bapa. Bahkan rambut di kepala kita pun semuanya terhitung. Dengan kata lain, hidup kita tidak pernah berada di luar perhatian Allah. Kita begitu berharga di mata-Nya.
Keyakinan inilah yang memberi keberanian kepada para murid untuk tetap setia. Mereka tahu bahwa yang menentukan hidup mereka bukanlah ancaman manusia, melainkan kasih Allah yang selalu menyertai.
Sabda ini juga menjadi penghiburan bagi kita. Ketika menghadapi persoalan hidup, kita sering kali lebih fokus pada besarnya masalah daripada besarnya kasih Tuhan. Akibatnya, rasa takut menguasai hati kita.
Yesus mengajak kita mengubah cara pandang itu. Kita boleh merasa takut, tetapi jangan biarkan rasa takut menjadi penguasa hidup kita. Sebaliknya, biarkan kepercayaan kepada Tuhan menjadi dasar setiap langkah kita.
Ketika kita percaya bahwa Allah mengenal kita, mengasihi kita, dan tidak pernah meninggalkan kita, kita akan memiliki keberanian untuk tetap hidup dalam kebenaran dan menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada.
Hari ini, dengarkanlah kembali sabda Yesus: “Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Tidak ada satu pun pergumulan hidup kita yang luput dari perhatian Tuhan. Kita selalu berada di dalam penyelenggaraan kasih-Nya.