Umat Paroki Sanfrades adalah keluarga Allah yang Teguh dalam Iman, Tekun dalam Persekutuan, dan Giat dalam Pelayanan.

  • 1.-ARDAS_KAPal.jpg
  • 2-Jadwal-Misa.jpg
  • header_1.jpg
  • internal_banner_1.jpg
  • mainbanner.jpg
  • Taman-Mater-Dei.jpg

Palembang (25/1/26)
Suasana sukacita dan penuh syukur menyelimuti Gereja St. Fransiscus de Sales (Sanfrades) Palembang pada hari ini, Minggu, 25 Januari 2026. Diperkirakan hampir seribu  umat memadati gereja utama, plaza, hingga meluber ke area Balai Paroki untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Syukur Ulang Tahun ke-61 Paroki Sanfrades.

Perayaan Ekaristi yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini terasa istimewa dengan nuansa inkulturasi budaya Flores yang kental. Petugas tata laksana dan kelompok koor yang dibawakan oleh Ikatan Keluarga Flores Palembang tampil memukau, mengiringi liturgi dengan nyanyian dan tarian yang menambah keagungan suasana ibadah.

Misa syukur ini dipimpin oleh selebran utama, Rm. Petrus Haryanto, SCJ sebagai pastor kepala paroki. Beliau didampingi oleh empat konselebran, yakni Rm. Florentinus Heru Ismadi, SCJ, Rm. Stepanus Sigit Pranoto, SCJ, Rm Jatra Kelana,, Pr, serta Rm. Emmanuel Belo Sede. Pr.

 

Refleksi : “Secangkir Pengertian" dari Sang Pelindung

Dalam homilinya, Romo Petrus Haryanto, SCJ mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan 61 tahun paroki ini. Beliau menekankan tema ulang tahun kali ini yang diambil dari semangat St. Fransiscus de Sales: *"Dengan secangkir pengertian, segentong cinta, dan seluas samudera kesabaran kita merajut persaudaraan sejati."*

“Kata-kata yang paling menonjol dan menjadi kekhasan Santo pelindung kita adalah pengertian, cinta, kesabaran, dan persaudaraan sejati," ungkap Romo Haryanto.

Lebih lanjut, Romo Haryanto mengajak umat untuk memaknai tema tersebut di bawah terang Sabda Allah. Ia mengingatkan bahwa Sabda Tuhan tidak cukup hanya didengar, tetapi harus dihidupi dan dibagikan.
"Sabda itu memanggil kita untuk menjadi pembawa terang dan pembangun persatuan. Ia membawa kita kepada pertobatan, yakni perubahan sikap dari yang berpusat pada diri sendiri (ego) menuju kepada Allah dan sesama di sekitar kita," tegasnya.

Mengambil teladan dari St. Fransiscus de Sales, Romo Haryanto menjelaskan bagaimana keterarahan sang santo kepada Kristus membuatnya mampu menjadi orang kudus yang mengubah banyak hati. "Ia mengubah banyak hal bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kasih, kelembutan, dan kesabaran," tambahnya.

Menutup homilinya, Romo Haryanto mengajak umat untuk terus-menerus mendengarkan Yesus. "Mari kita ikuti Dia agar mampu menjadi terang, menjadi pembangun persatuan, dan agar pertobatan yang kita upayakan terus-menerus itu semakin terwujud nyata," pesannya.

Pesta Rakyat dan Kuliner Nusantara

Usai perayaan Ekaristi yang khidmat, acara berlanjut dengan Pesta Umat yang digelar di area kompleks gereja. Acara diawali dengan prosesi pemotongan tumpeng ulang tahun sebagai simbol rasa syukur.

Kemeriahan semakin terasa saat umat dipersilakan menikmati berbagai sajian kuliner yang telah disediakan. Stan-stan makanan dari berbagai lingkungan dan kelompok kategorial di Paroki Sanfrades menyajikan aneka hidangan lezat yang dinikmati bersama-sama. Sambil menyantap hidangan, umat dihibur dengan tembang-tembang cantik yang menambah kehangatan suasana kekeluargaan.

Perayaan ke-61 ini tidak hanya menjadi peringatan berdirinya bangunan gereja, namun menjadi momentum pembaruan semangat umat Sanfrades untuk terus meneladani kelembutan hati sang pelindung, St. Fransiscus de Sales.

Proficiat Paroki Sanfrades!
Salam “SINT UNUM”
~bdh~

Copyright ©2018 Paroki Santo Fransiscus de Sales.