“Iman timbul dari pendengaran...” (Rm 10: 17), demikian St. Paulus menuliskan dalam suratnya. Atas dasar pewartaan tersebut, maka memang sudah selayaknya bahwa Gereja, Paroki St. Fransiscus de Sales, memberi perhatian sejak dini kepada anak-anak. Sejak dini, anak-anak dibiasakan untuk mendengarkan sabda Tuhan, ajaran iman dan gereja agar dari apa yang mereka dengar pada akhirnya mereka mampu memahami dan menghayati seiring dengan pertumbuhan kedewasaan mereka.

Dalam rangka memberi perhatian pada pertumbuhan iman dan hidup menggereja anak-anak, paroki St. Fransiscus de Sales menyelenggarakan sekolah Minggu. Kegiatan dan pendampingan sekolah minggu semakin dinamis seiring dengan semakin bertambahnya jumlah anak-anak dan semakin kreatifnya para pendamping. Mereka-mereka yang terlibat dalam pendampingan dari waktu ke waktu adalah Ibu Mimi Anton Setia Budi, Ibu Wikamto, Ibu Agnes Haryati, Ibu Susana Isdiyanti, Ibu Yustina, Ibu Dwi Nuryati, Ibu Yulianti, Ibu Lina.

Regenerasi pendamping berjalan cukup baik. Hal ini tampak banyaknya anak muda yang juga punya perhatian dalam pendampingan anak-anak sekolah Minggu. Selain itu, dalam waktu-waktu tertentu pendampingan juga dibantu oleh anak-anak Seminari St. Paulus yang berpraktik katekese.
Kegiatan sekolah Minggu diselenggarakan setiap Minggu pada pkl. 08.00 WIB. Saat ini jumlah anak-anak yang ikut sekolah Minggu sekitar 60-an orang. Isi materi pendampingan didasarkan pada liturgi hari Minggu yang diramu secara kreatif dengan aneka bentuk kegiatan. Kegiatan-kegiatan itu seperti membaca kitab suci, membuat prakarya, bernyanyi, berdinamika kelompok, mewarnai, dan lain-lain.

Pendampingan anak-anak sekolah Minggu juga menjadi bentuk usaha gereja untuk pada akhirnya melibatkan mereka dalam proses-proses pendampingan dan atau kegiatan berikutnya seperti putra-putri altar, persiapan penerimaan sakramen inisiasi khususnya komuni pertama dan krisma, Orang Muda Katolik (OMK) dan berbagai kegiatan lain.